Gelar Peringatan Maulid, GP Ansor Ajak Semua Elemen Meneladani Pola Ukuhwah Nabi Muhammad SAW


JAKARTA, SHRI.com - Presiden Joko Widodo hadir pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, dan Silaturahim dengan Kiai Sepuh yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Gerakan (GP) Pemuda Ansor, Minggu (11/12/2016).

Selain presiden Jokowi hadir pula beberepa Pejabat, dan unsur tokoh masyarakat, di Kantor PP GP Ansor dengan Tema peringatan maulid adalah “Indonesia dari Mata Bathin Kiai”.

Ketua Komunitas Muda NU/KMNU, M.Rahmad, mengatakan bahwa PP GP Ansor mengajak kepada seluruh elemen bangsa terutama umat Islam untuk mengambil pelajaran serta hikmah dari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini.

"Utamanya pelajaran mengenai bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun persaduaraan antar sesama umat manusia, tak hanya antar sesama umat Islam. Harapannya, dengan meneladani pola ukuhwah Nabi Muhammad SAW maka dapat menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," Kata Rahmad kepada shri.com.

Selain itu, Rahmad mengatakan bahwa dengan tema yang kita ambil yakni Indonesia dari Mata Batin Kyai. Toleransi sudah terwujud sejak lama, seperti yang diajarkan oleh Hadratusyikh KH.Hasyim Asy'ari dan Gus Dur.

"Bila ada hajatan baik Ansor maupun Gereja, kedua komunitas ini saling bantu membantu, bukan soal Aqidah. Seperti saat ini, Konsolidasi Para Banser di hal Gereja mengenai parkir di Sekolah Kristen.
 Demikian juga kalau ada kegiatan Gereja, halaman Ansor di jadikan parkir untuk Jamaah Gereja. Intinta bagaimana kita Bahu membahu saling menjaga dan menghormati," Ujarnya.

Dia menambahkan, walaupun berbeda Aqidah akan tetapi kalau persatuan dan kesatuan kita jaga maka tidak akan timbul perpecahan didunia ini.

"Begitu indah kebersamaan. Semoga keindahan tetap terjaga walau Aqidah berbeda.Tujuannya adalah sebagai bagian dari rujukan langkah dalam konteks membangun persaudaran hakiki antar anak bangsa," Tambahnya.

Sementara itu Pengagas Shr Ilham Ilyas, mengaku mendukung apa yang selama ini dilakukan oleh GP Ansor. Ia berharap Ansor akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan, keadilan, persamaan, dan saling menghargai sebagai bagian perwujudan Islam Nusantara yang telah dipedomani warga NU selama ini.

"Saya pikir Ansor juga terus mengajak berbagai elemen bangsa untuk menebarkan sikap toleran, cinta damai dan ramai yang merupakan akar budaya bangsa kita. Yang jelas bagaimana kita menghargai persatuan dan kesatuan bangsa ini dan tetap menjaga NKRI sebagai pedoman berbangsa kita," Imbuh ilham Ilyas.

(red/shri)

Post a Comment

0 Comments