Sopir Gocar Gojek di Batam Menangis!


BATAM, SHRI.com - Saat seperti ini Batam Provinsi Kepulauan Riau butu pekerjaan yang mampu menompang hidup orang banyak karena pengaguran dirasa mulai banyak. Sehingga  terjadi kejahatan dan kurang nya kesetabilan daerah dan kenyamanan dan keamanan karena faktor economic. Sabtu 3 Juni 2017.

Masyarakat kini berysukur dengan adanya gojek dan gocar batam yang mampu memberi peluang kerja sehingga mereka mampu memberikan pelayanan terhadap instansi pemerintah juga masyarakat dikarenakan harga yang mura serta terjamin.

Tapi dalam satu sisi dilapangan terjadi gesekan antara penguna gocar online dan pangkalan sehingga gocar onlen dan texsi tidak bisa berdampingan dan gocar onlen selalu diswiping dibandara maupun dimol ini yang membuat dampak negatif bagi gocar onlen karena aktifitas nya dianggap meresahkan padahal tidak.

Gocar onlen malah memberi sulusi cepat tepat pada masyarakat dan masyarakat diajak serta menilai dalam segi servic terhadap kostamer. Gesekan tersebut banyak gocar gojek onlen diswiping sehingga terjadi bentrok dan ini merupakan sulusi pemerintah untuk hal ini.

Bahkan hal ini sudah dipertemukan dan dimediasi pihak Dishub dan DPRD kota Batam namun dilihat dari sisi pertemuaan tersebut pihak gojek gocar banyak dirugikan.

Menurut Bambang Apriantoso sebagai pengerak gocar onlen yang dijumpai sopir gocar tadi malam bahwa sopir gocar ingin kenyamanan dan ingin selamat dalam beraktifitas, sehingga dia berharap sopir gocar bisa cari nafkah dibulan puasa ini dan lebaran nantinya.

"Saya berharap seluruh instansi terkait mengikuti perjanjiaan yang disepakati dan pihak menejement gocar gojek onlen membenahi kekurangan untuk memenui perysaratan dan ini harus di junjung tinggi. Sebenarnya pemerintah berysukur dengan adanya gojek gocar onlen ini karena bisa mengurangi pengaguran di kota batam,"ujar

"Olehnya itu pemerintah juga harus memberi sulusi untuk hal mengatasi pengaguran di kota batam dan kota batam kususnya Kepri ini yang dekat dengan negara tetangga kita harus memajukan pariwisata dan pelayanan transportasi yang berkualitas dan mengunakan ilmu teknologi yang bisa diakses ini mau nga mau harus ikut dijaman teknologi. Jangan sampai kita ketinggalan satu langka dengan negara asing,"tutupnya.

Post a Comment

1 Comments

  1. Hari gini ga mau melek dg teknologi..siap-siap terjajah di negeri sendiri, ada transportasi aman nyaman dan murah kok dikebiri. Ujung-ujungnya yang rugi adalah masyarakat umum sebagai konsumen. Tetap pertahankan transportasi online.

    ReplyDelete