Laode Ida Tatap Pilgub Sultra 2018


Pilgub Sultra
SULTRA, SHRI.com - Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Laode Ida, optimis maju bertarung pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018 mendatang. Keseriusan Laode untuk maju sebagai calon gubernur tak lain untuk mengabdikan diri menuju Sultra yang lebih baik.

"Saya ikut di pilkada Sultra sebagai calon gubernur, bukan karena ingin berkuasa atau mengejar jabatan, melainkan ini merupakan panggilan hati nurani saya. Sehingga bertekad dan semangat yang diberbahi Allah SWT untuk mengabdikan diri,"kata Laode.

Perjalanan karir dan kepemimpinan Laode pun sudah tidak dipertanyakan lagi, dia pernah menjabat di parlemen Anggota Dewan Perwakilan Daerah Sulawesi Tenggara selama dua periode pada tahun 2004-2009 dan 2009-2014.

Laode juga pernah menjabat sebagai, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah 2004-2009 dan 2009-2014 provinsi Sulawesi Tenggara. Tentu dengan pengalaman kepemimpinan Laode tentu akan membawa perubahan di Sultra.

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia ini bahkan menegaskan, dengan kerendahan hati dirinya siap bersama warga untuk membangun sultra menuju kesejahteraan warga Sultra secara menyeluruh.

Keseriusan Laode untuk ikut bertarung pada kontestasi politik lima tahunan ini mendapat respon dan dukungan yang menamakan dirinya Team Cinta Laode menuju Sultra 01 2018-2021.

Subhan misalnya yang saat ini sedang berkiprah di Jakarta, menyatakan jika dirinya datang dari suara hati rakyat Sultra untuk mendorong dan memenangkan Laode. Subhan mengatakan bahwa seluruh rakyat sultra ada saudara kita semua.

"Team cinta laode Ida menuju sultra 1 adalah team yang cinta kedamaian yang sejak dini dan sampai kapanpun menyimpulkan bahwa seluruh rakyat sultra adalah saudara laode ida tanpa batas dan tanpa kecuali,"ujar Subhan.

Senada dengan Ardan yang mengatakan bahwa, dengan slogan laode ida dari sultra dan untuk sultra sebagai manefestasi dalam menjaga kedaulatan NKRI, dengan semboyan sultra adalah bahagian dari benteng Bhineka Tunggal Ika dengan satu tekad pancasila sebagai harga mati dan pedoman hidup kita dalam kehidupan segala aspek.

Karenanya, dia berharap kepada seluruh warga Sultra yang ada di pelosok untuk memberikan dukungan kepada Laode, sepak terjang dan kepemimpinan Laode dikatakan Ardan sudah tidak dipertanyakan lagi.

"Kejeniusan beliau yang telah membawa duduk di parlemen DPRD Sultra, sehingga beliau memahami kondisi saat ini," pungkasnya. (ard)



BERIKUT BIOGRAFI SINGKAT LAODE IDA:

Pria kelahiran Tobea, 12 Maret 1961 telah menyelesaikan studi S-1 di IKIP Jakarta (1981-1985). Mengambil studi Leadership for Environment and Development Programme (setara S-2) yang diselenggarakan di Jakarta, ia lanjutkan di Costa Rica, dan Okinawa (1995-1997). Program S-2 dan S-3 ia selesaikan di UI Jakarta (1991-2002).

Menurutnya DPD adalah wadah perjuangan aspirasi dan kepentingan daerah dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

Selain itu lembaga tersebut juga sebagai wadah untuk memperjuangkan terselenggaranya pemerintahan nasional yang baik dan berorientasi pada daerah untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, pelayanan publik dengan pemda yang bersih. Juga menjadi wadah baru yang perlu diciptakan pencitraannya yang bersih.

La Ode Ida da merupakan anggota DPD yang kembali mewakili provinsi Sulawesi Tenggara dalam pemilu 2004. Ia menempati urutan pertama dan pada pemilu 2009 lalu kembali menempati urutan pertama dan menangguk sebanyak 15.6177 suara.

Sebagai anggota DPD, dia menampung segala keluhan yang disampaikan oleh organisasi masyarakat tersebut.

Post a Comment

0 Comments