"TUGAS BERAT KITA BERSAMA"

Dalam sebuah bangsa yang besar dapat dipastikan bahwa perhatian terhadap dunia pendidikan yang lebih guna menarik minat para ilmuan, pendidik serta guru dan murid untuk terus belajar dengan giat serta menghasilkan sebuah maha karya sebagai anak bangsa yang membanggakan. Guru bukan memang bukan predikat orang hebat.

Tapi hampir semua orang hebat itu merupakan buah hasil seorang guru. Itulah pada era Gusdur kita sering mengkritisi agar anggaran negara untuk sektor pendidikan ditingkatkan. Banyak ilmuan-ilmuan muda yang terabaikan.

Sementara duplikator justru dibangga-banggakan. Belum lama terjadi kehebohan bahwa ada satu buku pelajaran IPS yang menyatakan Ibukota Israel adalah Yerusalem.
Bersamaan dengan itu jutaan ibu-ibu menangis dan menjerit terhadap putusan MK yang tidak mempidanakan "ZINA & LGBT".

Kini muncul lagi buku bacaan balita yang secara implisit membenarkan hubungan pernikahan sesama wanita. Mereka membayangkan bagaimana sulitnya melakukan pendidikan bagi anak-anak mereka kedepan.

Tanpa buku buku yang menyesatkan saja sudah sangat sulit membangun generasi  zaman now yang dihadapkan dengan informasi global tanpa batas. Astagfirullah...!!!

Apakah ini sebuah kelupaan, ketidaksengajaan atau hanya kesalahan redaksi...?!

INI LAH TUGAS BERAT KITA BERSAMA...!!!

Apakah ini yang dimaksud "REVOLUSI MENTAL...?!

Sebuah kebebasan yang tanpa aturan serta tanpa menghormati kebebasan orang lain yang sesungguhnya. Jika satu buku atau satu penerbit bahkan hanya satu kalimat bisa kita anggap kehilafan.

Ini berbagai buku dan kebijakan dibawah pengawasan kementrian yang diatasnya adalah seorang presiden. Jika saya meminjan istilah Pakar Hukum DR. Eggi Sudjana, ini namanya salah urus negara. Kita juga mungkin akhirnya menyadari bahwa rakyatpun telah salah memilih pemimpin.

Maka itulah Al Maidah 51 bicara lantang bahkan mengguncang dunia untuk aktif memantau pristiwa bersejarah lahirnya peradaban islam akhir zaman yang terpusat pada titik nol ibukota indonesia yang dipimpin oleh imam besar umat islam Habib Rizieq Syihab yang kita dan dunia mengenalnya sebagai pristiwa 212 Aksi Bela Islam, Bela Agama dan Bela Ulama.

Dalam pandangan ini saya yang dho'ib mengajak kita semua untuk meletakan bahwa pemdidikan itu harus menjadi prioritas utama yang harus ditempatkan pada posisi yang mulia. Karena pendidikan adalah cikal bakal pembentukan manusia dan generasi maju kedepan.

Dan pendidikan merupakan amanat undang-undang yang harus dilaksanakan. Baik pendidikannya maka majulah negaranya. Rusak pendidikan suatu bangsa maka tunggulah KEHANCURANNYA...!!!Nauzubillah...!!!

Semoga dengan beberapa kejadian yang menyadarkan kita semua khususnya umat islam agar tidak salah lagi dalam memilih pemimpin dan wakil mereka di parlemen sebagai pemangku perwakilan dalam merumuskan, melaksanakan serta melakukan pengawasan terhadap jalannya undang-undang yang didasari oleh kepentingan umat dan rakyat pada umumnya.

Oleh : MUHIDIN JALIH/Jalih Pitoeng

Post a Comment

0 Comments