Eksekusi Mati Menurut Pandangan Ilham Ilyas

EKSEKUSI Mati Terpidana Kasus Narkoba, Jumat (29/7/2016) lalu, yang menggentarkan tanah air, Publik sempat heboh lantaran Ada yang pro dan banyak yang kontra terhadap eksekusi mati ini. Mereka punya alasan masing-masing.

Lalu bagaimana hukuman mati itu dalam pandangan perspektif kepada semua orang, tentu halnya memiliki penafsiran tersendiri, Kali ini penulis akan mengulas sedikit mengenai Eksekusi mati menurut pandangan dan sumbangsi pemikiran Penggagas Suara Hati Rakyat Indonesia, Ilham Ilyas.

Penulis tidak menyalahkan siapa-siapa, namun dalam ulasan pemikiran ini hanya sebuah sumbangsi dari pandangan narasumber.

Ilham mengatakan, jika Selama ini ada perbedaan mendasar melihat kasus hukuman mati dalam perspektik  Hak Asasi Manusia (HAM) dan Islam. Keduanya selalu dianggap berbenturan.

Namun apabila diungkap teks-teks implisit, Islam secara substantive menawarkan gagasan-gagasan yang pro hak asasi manusia. Salah satu yang menjadi perdebatan terkait argumen Islam dan HAM adalah hukuman mati.

"Dalam HAM, penerapan hukuman mati digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi, di samping melanggar Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights), Pasal 3 Deklarasi Universal: “Setiap orang mempunyai hak atas penghidupan, kemerdekaan dan keselamatan seseorang.” Kata Ilham.

Dewan pembina Laskar Bugis Makassar ini menyebutkan bahwa Dasar hukum yang menjamin hak untuk hidup di Indonesia juga terdapat dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”) yang berbunyi:

- Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya
- Setiap orang berhak hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin
- Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

"Hukuman mati itu hukumannya tuhan yang maha kuasa, Hak Asasi Manusia terjadi deklarasi bangsa indonesia bahwa aturan yang tinggi dimuka bumi ini adalah Hak Asasi Manusia," Katanya.

kalau orang sudah berbicara Hak Asasi Manusia Tidak ada lagi alasan pemipimpin membawa kedasar mana, Hukum itu berlaku diatas langit dan masih ada langit diatasnya , ini hukum secara universilla, tapi kita berbicara tentang kemanusiaan.Maksudnya manusia itu dimata tuhan sama tidak ada perbedaan, 

"Saya Ilham Ilyas, hanyalah seorang rakyat biasa, kami tidak ada maksud melawan pemerintah, kami ini sebagai rakyat memberikan sumbansi pemikiran apakah tidak perlu tinjauan kembali, tentang kemanusiaan yang beradap itu," imbuhnya.

(***)

Post a Comment

0 Comments