ILHAM ILYAS: Jadikan Masjid Sebagai Tempat Intropeksi Diri dan Memperbaiki Aqidah



Bismillahi Rahmani Rahim, Assalamu Alaikum!!! Tahun 2017 adalah awal yang baru untuk kembali mengintropeksi diri kepada sang pencipta muka bumi ini. Tahun silih berganti umur terus berkurang. Olehnya, saatnya kembali mengevaluasi diri dan merenungkan segala perbuatan dan dosa kita.

Berangkat dari itu, Penggagas Suara Hati Rakyat (SHR) Ilham Ilyas, mengajak kepada seluruh hamba yang ada di negeri ini untuk menjadikan Masjid sebagai filter pusat memperbaiki diri dan Aqidah.

Kuasa Direksi Pembangunan Finalter Yang ada di Pormerwali ini
mengartikan dan mensinkronkan tulisan masjid secara Arriyah yakni M adalah membuat, S: Seorang, j: jadi, I: Intropeksi diri atau ingat , d: diri:

Olehnya itu, dari pandangan Konsep Energi kebenaran Hati, Ilham mengatakan bahwa, Masjid sebagai wadah bagaimana membuat egoh seoarang jadi ingat diri atau intropeksi.

"Masjid ini selain sebagai tempat untuk beribadah, disamping itu sebagai wahana tempat intropeksi diri, intropeksi golongan dan kelompok, intropeksi bangsa ini dan pemimpin negeri ini, itu di mulai dengan masjid-masjid," Tutur Ilham Ilyas, Senin (2/1/2017) di Jakarta.

Dalam perjalanan sejarah Islam, Kata dia, masjid bukan sekadar tempat untuk menunaikan ibadah shalat (terutama shalat berjamaah), namun juga berperan lebih fenomenal dan krusial dalam menunjang kehidupan masyarakat.

Islam mengajarkan pendirian masjid harus memberikan manfaat luas, terdalam dan lengkap mengingat seluruh permukaan bumi adalah masjid.

"Maksud selain sebagai tempat ibadah, menurut ajaran agama islam Masjid juga dapat dipergunakan sebagai tempat silaturahmi antar warga muslim menuju terciptanya warga yang sehat jasmani dan rohani serta dapat dimanfaatkan untuk kepentingan multiguna yang bernafaskan islam," Ujar Konsultan Forum Cendikiawan Muda Islam ini.

Perlu dikerahui bahwa. Tujuannya adalah untuk menegakkan Nur Cahaya Ilahi di dalam setiap qalbu lalu menyebarkannya di sekitar lingkungan kita apapun nama masjidnya.

"Inilah nur sejati yang Allah Taala telah kirimkan kepada Rasulullah Saw melalui Al Qur’an Karim, yang untuk periode akhir zaman ini, Dia pun menjadikan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sebagai reflektor pemantul nur cahaya tersebut, sehingga dapat menyebar menyinari kembali seluruh dunia," Tandasnya.

(fer/shri)

Post a Comment

0 Comments