"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya"

Peristiwa HEROIK di Surabaya yang dibakar semangat JIHAD nya oleh Bung Tomo merupakan salah satu contoh penggalan sejarah perjuangan bangsa ini dalam melepaskan diri dari cengkraman penjajah yang senantiasa diselimuti oleh "Pekikan Takbir" sebagai hulu ledak dari sebuah kekuatan amunisi yang dimiliki bangsa yang hingga saat ini kita sebut "Semangat Jihad".

Setiap daerah pada masa nya pasti punya pahlawan dan tokoh-tokoh perjuangan dan pergerakan dalam membela rakyatnya.

Setelah negeri ini merdeka, kenapa justru kita kehilangan makhluk yang bernama Moral, Akhlak, Nasionalisme, Kebinekaan yang saling mencintai satu sama lain dalam kerangka persatuan.

Krisis moral dan akhlaq telah merusak semangat dan cita-cita proklamasi yang hingga saat ini belum terimplementasi secara hakiki.

Petikan kalimat pendek diawal tadi yang sering disampaikan oleh Jenderal Suharto dimasa kepemimpinannya adalah sebagai jawabannya.

Kurangnya kita menghargai dan mempelajari sejarah perjuangan bangsa ini telah membuat kita terkotak-kotak. Bahkan telah banyak yang menganut faham "individualistis" dalam menjalani kehidupan saat ini.

Yang besar memakan yang kecil. Yang lemah tak terjamah. Yang kuat merasa paling hebat. Hukum memihak pada yang kuat dan berkuasa. Sementara rakyat jelata tak berdaya.

Demokrasi yang terbeli. Keluar dari ruh nya yang hakiki. Dimana Muzaqaroh/Musyawarah sebagai cermin insan pancasila telah punah dimakan "RAKSASA bernama VOTING" yang mungkin telah tergadai, terbeli bahkan tersandra kasus-kasus tertentu sehingga seluruh artikulator membisu dan tak mampu untuk berkata sebagai fungsi penyambung "Lidah Rakyat".

Pertanyaannya, untuk apa dan untuk siapa negeri ini di MERDEKA kan...???!!!

Siapa yang berjuang dan mengorbankan darah dan airmata hanya untuk sebuah kata "MERDEKA...!!!"

Mari kita renungkan...!!!

Berjuang Terus dan Terus Berjuang...!!!

Selamat Hari Pahlawan...!!!

Jakarta, 10 November 2017


MUHIDIN JALIH/Jalih Pitoeng

Ketua Umum GEMPAR
(Gerakan Masyarakat Pengemban Amanat Rakyat)

Post a Comment

0 Comments