Bangsa Akan Lululantah Bila Disikapi dengan Emosional!, Tapi dengan Energi "Cinta" Indonesia Akan Damai



PEMIMPIN harus dapat mengelola emosinya. Bila pemimpin yang tidak dapat mengelola emosinya, tidak akan bisa menyelesaikan persoalan bangsa.

"Kalau emosi saja, tidak bisa menyelesaikan masalah bangsa ini. Kadang-kadang kita perlu emosi. Tapi kalau pemimpin emosi, nanti semuanya akan hancur," kata Ilham Ilyas penggagas SHRI, Jumat (17/5).

Sosok pemimpin yang dibutuhkan kata Ilham, ialah mampu mengimplementasikan ajaran beragama dalam sikap dan perbuatan.

"Bangsa ini akan lululantah bila disikapi dengan emosional, namun jika disikapi dengan "cinta", maka semua persoalan akan diselesaikan dengan sikap kesatria. Wajib di sikapi dengn energi "Cinta" karena indonesia adalah berkah rahmat Allah SWT," ujarnya.

*Interakasi :*

Bung Arman bependapat, kami tidak perlu jabatan, biarkan orang-orang naik duduk kita lihat dan amati apa yang mereka lakukan dan berikan untuk anak Bangsa dan Negara ini.

Menurutnya, kita tidak ada lawan dan kawan sejati, yang ada adalah kebaikan dan kemaslahatan ummat, selagi Punya manfaat kita dukung habis-habisan, tapi ingat sekali tidak beri manfaat dan kebaikan maka kami juga akan bisa beralih jadi pengoreksi dan pengkritik!

"Selagi dalam konteks konstitusional, tidak melawan hukum dan tealistis dengan kacamata hati dan akal yang sehat dan pandang-pandangan yang jauh dan berimbang, tidak asal SUKA TAMPA alasan dan kepercayaan," ujarnya.

Seni politik adalah indah dan bahagia karena ada kata pesta, bukan harus onar dan mainan kejahatan yang merusak peradaban manusia dan alam, serta karya-karya yang sudah ada, harus berpikir rasional dan kemanusiaan secara arif dan bijak sana, karena mengajak dan berdampak buruk dengan bisa terciptanya dampak emosi tak terkendali dalam memaknai hasil kemenangan dengan memaksakan diri dan mengajak orang lain maju bersama-bersama melawan keputusan hukum negara

Maka dampaknya akan melibatkan alat Negara yakni TNI POLRI sebagai pengaman bangsa ini. Pemerintahan adalah hasil keputusan konstitusi negara hukum untuk mensahkan amanah rakyat dari perwakilannya di DPR RI yang telah mereka pilih, dan kepala negara dilantik disana oleh wakil rakyat

Nah jadi Like Or Dislike, terima atau tidak apapun keputusan Negara yang di percayakan kepada Institusinya maka K
kita sebagai warga negara wajib taat selagi memiliki kekuatan huku, jadilah anak bangsa yang punya pemikiran yang tidak melawan hukum, KTP dan KK yang saudara semua miliki itu adalah komitmen anda sebagai patuh pada negara, bayar pajak dan sebagainya, jadi jika sudah tidak lagi mematuhi norma hukum negara maka apa artinya anda merasa rakyat di Negara ini ??

"Maaf Ini hanya ungkapan awam sebagai anak Bangsa yang ingin melihat Negara ini tenang dan nyaman, damai dan mari kita berInovasi dan bekerja sesuai keahlian dan profesi masing-masing membangun sinergi dengan Pemerintah dan Institusi sebagai mitra dalam mendorong karya-karya anak bangsa ke masa depan," Bung Arman Sang Rakyat.

Begitulah kata Ilham Ilyas sebagai penggagas Suara Hati Rakyat dengan menggunakan energi cinta untuk kedamaian bangsa Indonesia. Karena dengan "Cinta" Indonesia akan menjadi bangsa yang bermartabat dimata dunia.

(Sar)

Post a Comment

0 Comments